DEPOLICNEWS.COM, Borong Manggarai Timur. Pembangunan proyek irigasi persawahan wae wina Desa Tengku Lawar Kecamatan Lamba Leda yang melewati jalan poros menuju Golo Waso terkesan sangat merugikan masyarakat sekitar yang melintas di jalan tersebut.
Menurut salah seorang tokoh masyarakat Watu Cepang yang berinisial MD mengaku kecewa dengan pembuatan deker tersebut.
“Kami sangat kecewa dengan pembuat deker ini, dari awal saya sudah sampaikan kepada kepala pemborong kerja ini bahwa arahnya harus sesuai dengan kondisi jalan mala dia bilang kami bukan orang baru dalam pembuatan proyek seperti ini, jadi saya hanya diam soalnya saya tidak ada pengalaman kerja proyek seperti ini”, jelasnya.
Ia sangat prihatin dengan para pengendara yang melintas di jalan tersebut, khususnya kendaraan roda dua.
“Saya sangat kasihan dengan pengendara yang melintas di jalan ini yang dengan susah payah mengakat motor mereka agar bisa lewat deker ini” tuturnya pada saat di temui di kediamnya ( Kamis, 21-11-2019).
Ketika awak media Depolicnews.com mengonfirmasi pihak kontraktor Bapak Ferdinandus, melalui telepon seluler ia menjelaskan bahwa saya tetap bertanggung jawab terhadap pekerjaan proyek itu.
“Saya sudah informasikan kemarin kepada pegawai Provisional Hand Over (PHO) yang dari borong pak, sengaja ini kemarin tidak di uruk, bukan berarti kami tidak tanggung jawab maksudnya, kami tetap bertanggung jawab hanya persoalannya ditunggu kering betul, kemarin saja belum di cor tetapi masih ada kendaraan yang lewat di sini”, jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan memang sudah di PHO, tetapi kami tetap bertanggung jawab. “Memang kemarin sudah di PHO dan bukan berarti kami sudah lepas tanggung jawab tetapi kami tetap bertanggung jawab untuk pengerukan deker tersebut” katanya.
Terkait pertanggung jawaban proyek irigasi wae wina satu, penjelasan lain juga dari pegawai pengawasan lapangan dari Dinas PUPR Manggari Timur Bapak Fitalis saat di konfirmasi oleh awak media Depolicnews.com melalu telepon seluler ia menjelaskan, “berhubung masa kontrak kerjanya berakhir pada tanggal 19 November 2019 pengecoran deker itu baru tiga hari dikerjakan, sementara beton ini minimal tiga minggu dan maksimal satu bulan baru bisa di lalui oleh kendaraan roda empat, kebetulan pernah terjadi di lapangan masih ada kendaraan yang berani lewat sementara kondisi coran masih basah, sehingga saya beri tahu kepada kontraktornya lebih baik kamu jangan dulu uruk supaya kendaraan tidak bisa lewat di situ” jelasnya.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa nanti setelah tiga minggu baru bisa di uruk serta berjanji untuk tetap mengawasi kondisi proyek tersebut.
“Saya akan tetap mengawasi pengerjaan proyek itu sampai tuntas dan proses pengurukan di deker yang di komplen masyarakat di sana akan di kerjakan paling lambat tanggal 19 Desember 2019”, lanjutnya.








