ARLISAKADEPOLICNEWS.COM-MANGGARAI. PMM (Pergerakan Mahasiswa Manggarai) melakukan aksi unjuk rasa menuntut pihak yang berwajib mengusut tuntas kasus dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum Satpol PP di Kel. Reo, Kec. Reok pada 24/06/2020.
Aksi unjuk rasa oleh PMM dalam momentum kunjungan kerja oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat berlangsung ricuh, dalam tuntutannya PMM meminta agar pihak yang berwajib segera mengusut tuntas atas tindakan dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum Satpol PP.
“Aksi yang kita lakukan pada hari ini adalah aksi yang terkonsolidasi maka untuk itu meminta kepada pihak kepolisian Kec. Reok untuk mengusut tuntas dugaan tindakan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum Satpol PP” ucap Dody yang merupakan Korlap dalam orasinya.
PMM meminta agar bisa menyampaikan aspirasi langsung ke depan panggung pidato Gubernur NTT agar aspirasinya di dengar langsung oleh yang bersangkutan namun di hadang oleh pihak keamanan.
Aksi berlangsung ricuh ketika pihak Kepolisian melakukan tindakan pemukulan ke seorang masa aksi, bentrokpun tidak terhindarkan dan aksi baku dorong terjadi antara Kepolisian dan Mahasiswa.
Kepada media, Sontel yang merupakan salah satu peserta aksi mengaku bahwa dia dipukuli menggunakan laras senjata oleh salah seorang Polisi yang menyebabkan luka memar di wajahnya, pemukulan terjadi sebelum PMM menyampaikan aspirasinya.
“Ini luka ini di wajah saya, saya dipukuli oleh Polisi saya tidak terima pihak yang seharusnya mengamankan jalannya aksi kami malah melakukan tindakan pemukulan”, beber Sontel.
“Kami akan melaporkan tindakan represif yang dilakukan oleh Polisi, kalian seharusnya mengamankan bukan seenaknya menodongkan senjata di wajah kami, senjata dan seragam yang kalian pake itu dibeli pake uang rakyat” ujarnya.
Aksi di tutup dengan longmars di Kec. Reok sekaligus menyampaikan orasi ilmiah dari para orator. (***)








