ARLISAKADEPOLICNEWS.COM-MANGGARAI. Ketua Komisi Advokasi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Manggarai (PB-PMM) Fajrin Abubakar mendesak Sekretaris Camat Reok, untuk segera meminta maaf terkait pernyataan yang melukai hati PB-PMM.
“Pernyataan tersebut sangat melukai perasaan seluruh mahasiswa yang menjunjung tinggi asas Tri Darma Perguruan Tinggi terkhususnya Mahasiswa Reok Makassar” katanya Selasa 5/5 di Reok.
Diketahui sebelumya Sekcam Reok memberikan pernyataan dengan menuding kehadiran para mahasiswa di Kecamatan Reok selama ini hanya bisa membuat onar yang membuat resah masyarakat. Pernyataan yang sempat direkam dalam bentuk video itu kemudian viral di media sosial.
“saya tahu watak adek adek baik. Mungkin mereka yang di luar sana yang mendengar tolong pringatkan mereka jangan sampai terulang kembali perbuatan semacam itu. Makanya mahasiswa makassar yang mana suda ada tanda merah di kecamatan reok, karena ini yang kedua kali masuk di wilayah kecamatan reok membuat onar karena membawa sampah membuang di kantor camat.” tutur Sekcam Reok dalam video berdurasi 1 jam itu.
Pernyaatan itu sontak saja menuai kecaman dari PB-PMM
Menurut Ketua Komisi Advokasi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Manggarai (PB-PMM) Fajrin Abubakar, selama ini semua relawan baik itu dari pemuda dan mahasiswa di Kecamatan Reok sama sekali tidak pernah mengharapkan imbalan sedikitpun dari pemerintah. Para mahasiswa datang ke kantor Kecamatan itu ingin mengkoordinasi pada pihak Kecamatan mengenai kegiatan mereka dan hanya mempertanyakan dimana anggaran penanganan Covid-19.
“Seharusnya pihak pemerintah kecamatan bisa menjelaskan. Semua masyarakat punya hak menanyakan anggaran itu. Karena kami menilai kabupaten manggarai lamban dalam proses pencegahan covid-19. jangan malah di bilang mengharapkan imbalan dan di cap buruk. logika ini kan sangat disayangkan.” tutur Fajrin kesal.
Maka kami dari Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Manggarai mengecam pernyataan Sekcam Reok dan harus meminta maaf secepatnya pada seluruh Mahasiswa Reok Makassar karena telah menuduh pembuat onar di Kecamatan tanpa bukti yang jelas.
“Jika Pemerintah Kecamatan menganggap remeh persoalan ini maka dalam waktu dekat kami akan melakukan konsolidasi besar-besaran dengan seluruh elemen pemuda dan organisasi kemahasiswaan bersama-sama melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kecamatan Reok” Ancam Fajrin Abubakar (***)








