Sehari Menjadi Pengawas Pemilu

  • Whatsapp

Pengawas merupakan perkerjaan profesional yang tidak semua orang dapat melakukannya, walaupun pada dasarnya semua orang adalah pengawas. Karena profesi pengawas pemilu berbeda dengan sekadar aktifitas biasa, seperti orang tua yang mengawasi anaknya. Aktifitas orang tua tersebut bukanlah profesi yang memerlukan banyak kompetensi, melainkan kewajiban sebagai orang tua kepada anaknya.

Siapa sih pengawas pemilu itu? Apa sih tugas dan wewenang pengawas pemilu?

Begitu mungkin pertanyaan yang sering hadir di mindset kita, ketika kita bertemu dengan orang yang berkecimpung dengan “dunia pengawas pemilu”. Dari beberapa sumber mengatakan bahwa pengawas pemilu adalah pengawasan penyelenggaraan pemilu dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Yang dimaksud dengan pengawasan pemilu adalah kegiatan mengamati, mengkaji, memeriksa, dan menilai proses penyelenggaraan pemilu sesuai peraturan perundang-undangan (dikutip dari Perbawaslu No. 2 Tahun 2015).

Tujuan pengawasan pemilu adalah memastikan terselenggaranya pemilu secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, dan berkualitas, serta dilaksanakannya peraturan perundang-undangan mengenai pemilu secara menyeluruh; mewujudkan pemilu yang demokratis; dan menegakkan integritas, kredibilitas penyelenggara, transparansi penyelenggaraan dan akuntabilitas hasil pemilu.

Jadi, mungkin kita bisa menarik kesimpulan tentang pengawas pemilu adalah seorang dari lembaga Bawaslu yang mengawasi setiap tahapan-tahapan dalam pemilu maupun pilkada.

Tahapan pendaftaran pemilih, paling lambat 6 bulan sebelum hari pelaksanaan Pemilu. Bagi warga yang telah berusia 17 tahun atau telah menikah mempunyai hak pilih. Sudah dapat dikategorikan sebagai pemilih, namun harus memenuhi syarat tertentu yang misalnya, memiki E-KTP dan menunjukkan serta terdapat di dalam DPT.

Kali ini saya menemani yang ketiga kalinya seorang sahabat, Farhan, sebelumnya ia menelpon saya yang sedang berolahraga di lapangan bola sepak kampus, saya dan Farhan pernah bersama ketika kuliah di Makassar. Kami saat itu sekontrakan dan sekampus. Bedanya, ia mengambil jurusan Ilmu Pemerintahan di Fakultas Ilmu Politik.  Sedang saya, mengambil konsentrasi Ilmu Pendidikan Keguruan. Kini, ia telah menikah, memiliki satu anak, dan menjadi Guru serta Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) di kampung halamannya Sulawesi Selatan.

Tahapan kampanye Pemilu, selama 3 minggu, dan berakhir 3 hari sebelum pelaksanaan pemilu. Dalam kampanye masing-masing peserta pemilu meyakinkan para pemilih dengan menawarkan program-programnya.

Ketika Farhan sedang asyik mengawasi kampanye Pemilu untuk mendapatkan keterangan, sampai pada mendokumentasikan peserta kampanye dan lain sebagainya. Saya sendiri yang menemani sedang mendengar penjelasan Bang Laode Umar, beliau adalah senior saya di kampus dan hadir di  acara kampanye tersebut.

Selain berdiskusi kami juga mendapat pengetahuan baru, dalam pengawasan kampanye yang perlu di perhatikan adalah Anak-anak dibawah umur tidak boleh ikut dalam kampanye, narasi kampanye juga tidak boleh ada unsur SARA dan politik uang.

Tahapan pemungutan suara, setiap warga negara yang memiliki hak pilih berhak memberikan suara dalam pemilu. Pemungutan suara dilakukan di TPS.

Hari kesekian bersama Farhan, sampailah pada tahapan pemungutan suara, perlu di awasi dari pagi hingga sore hari, sebab kami memonitor ke Desa dan Kelurahan di Enrekang Sulawesi Selatan, Sehingga fisik dan pikiran harus kuat serta berstamina tinggi.

Tahapan penghitungan suara, penghitungan suara dilakukan di TPS, dan hasilnya dikirim ke kantor KPUD, KPU Provinsi dan KPU RI. Pelaksana pemungutan suara di TPS adalah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Wah, tahapan kali ini lebih seru, yaitu Ketua KPPS membacakan satu persatu kertas suara yang telah di coblos oleh para pemilih, yang disaksikan oleh saksi dari setiap partai politik, pengawas TPS dan masyarakat.

Pulang dari Desa dan kelurahan, kami kemudian ke Sekretariat Panwascam untuk merekap semua hasil pengawas pemilu selama mengawas.

Saat itu kami ditemani pak Hasan yang sangat berdedikasi pada tugas-tugasnya sebagai Anggota/Koordinator divisi HPP di Panwascam tersebut.

Senangnya saya menemani pengawas pemilu kecamatan, siapa tahu besok bisa jadi pengawas pemilu beneran?.

Penulis: Ismail (Alumni HMI Cabang Gowa Raya)

Pos terkait